Ahad, 20 April 2014

Cerita Hantu : penghuni benda pusaka










Kisah nyata ini dialami oleh bunda saya dan kakak perempuannya,sebut saja mereka Ambika dan Ambalika.

Jadi ceritanya waktu itu bunda dan budhe Ambika disuruh neneknya(buyut saya) menjaga rumahnya,karena beliau dan suaminya akan menghadiri pesta pernikahan anak sahabatnya di kampung sebrang. Sebenarnya bunda dan budhe agak enggan menuruti perintah neneknya,karena menurut mereka rumah neneknya itu terbilang seram.

Gimana tidak, rumah tua dengan gaya bangunan srotong di sekeliling rumah banyak tumbuh pohon buah-buahan,mulai dari pohon sawo,jambu air, rambutan.mangga dan di masing-masing pohon katanya ada penghuninya,belum lagi di dalam rumah banyak benda-benda pusaka seperti keris dan tombak kepunyaan kakeknya, jadi semakin menambah seram suasana rumah.

Tapi karena bunda dan budhe takut kena marah bapaknya(kakek saya) akhirnya mereka nurut saja,biar amam dari omelan..hehehehe. Singkat cerita hari itu pagi-pagi mereka sudah sampai di rumah neneknya,setelah bersantai sejenak bunda dan budhe langsung berbagi tugas dari neneknya. waktu itu bunda kebagian membereskan rumah bagian dalam beserta dapur,sedangkan budhe lebih memilih beres-beres di luar rumah.

Setelah di rasa semua pekerjaan beres mereka berdua merebahkan badan di kursi teras,bersantai sambil mendengarkan radio. Nah di sini awal mula kejadian aneh itu, bunda menuturkan pada waktu beliau dan budhe mendengarkan acara gending jawa di radio sayup-sayup dari dalam rumah beliau juga mendengar suara orang nembang,

tapi bunda tak begitu yakin dengan pendengaranya itu,bunda menyakini efek ngantuk dan kecapekan saja. Begitu juga dengan budhe yg berpendapat sama seperti bunda,Tapi rupa-rupa anggapan mereka terpatahkan pada waktu malam hari.

Setelah malam menjelang keduanya memilih menggelar tikar,tidur dilantai, karena menurut bunda kamar agak sempit bila di gunakan dua orang.Malam itu bunda dan budhe tidur dengan pulasnya kecapekan setelah seharian mengurus rumah neneknya,entah pukul berapa malam itu bunda terbangun dari tidurnya karena mendengar suara-suara berisik dari arah dapur.

Beliau yakin sekali rumah neneknya itu di masukin maling,seketika itu bunda langsung membangunkan budhe dan memberi tau gerangan apa yg beliau dengar dari arah dapur, dengan mata yg masih terkantuk-kantuk budhe Ambika menajamkan pendengaranya, kaget juga budhe di buatnya karena memang suara itu berisik banget, seperti suara orang makan.

Bunda: mbak jangan-jangan ono maling masuk rumah,aku takut mbak.
Budhe: iyo nduk seperti ngunu,wis ndak perlu takut tenang yo,mudah-mudahan ndak ada apa-ap,ayo kita intip saja.
Bunda: ndak mau mbak aku takut kita di sini saja pura-pura tidur.
Budhe: ojo dadi penakut tah,memang kamu ndak takut kena marah nenek jika gabah dan lainya hilang,bagi mbak nenek lebih menakut jika sudah marah ketimbang maling itu.

Dengan terpaksa bunda akhirnya menuruti kata-kata mbaknya, setelah mengambil pentungan kayu di dekat pintu kamar dengan hati-hati sambil berjalan berjinjit-jinjit mereka menuju dapur memastikan siapa tamu yang tak di undang itu.

Alangkah kagetnya mereka berdua setelah meliat yang mereka jumpai di dapur bahkan bunda langsung terduduk lemas menggigil ketakutan, budhe tetap berusaha tenang walau sebenarnya beliau juga ketakutan,

sambil terus berisqtifar budhe membantu bunda berdiri dan mengajak menjauh dari dapur, budhe berinisiatif meninggalkan rumah neneknya malam itu juga, tapi ketika beliau berdua hendak membuka pintu utama, terdengar suara halus dari belakang mereka.

"nduk cah ayu,ndak usah takut, kami semua disini tidak akan mencelakakan kamu dan adimu"

Spontan bunda dan budhe menoleh kebelakang dan pingsan di tempat sampai pagi, setelah siuaman tanpa ba bi bu, mereka meninggalkan rumah neneknya itu. Bunda menuturkan ke saya,bahwa yang beliau dan kakaknya jumpai di dapur itu hanyalah peralatan masak dan makan yang melayang-layang serta tunggu yang menyala,sedangkan suara yang menegur itu adalah sosok perempuan cantik

berkebaya dan berselendang kuning gading,setelah bercerita ke kakeknya dan di jelaskan tentang kejadian aneh dan sosok perepuan itu, barulah bunda dan budhe tau kalau mereka itu semua adalah para penghuni benda pusaka milik kakeknya(buyut saya)



Sumber 

Lagi Kisah Seram: Ghost Stories Club  

Tiada ulasan:

Catat Ulasan