Rabu, 9 April 2014

Gedung Arkadia


Kejadian nyata ini terjadi di Gedung Menara Hijau Arkadia Jl.TB Simatupang. Waktu itu aku masih bekerja di Portal www.astaga.com, dan kebetulan dapet shift malam. Masuk kerja jam 11 malem dan pulang jam 7 pagi.
Pukul 10.30 aku berangkat dari depok menuju kantor di jalan TB Simatupang. Sesampai di kantor saat akan naik lift. Begitu aku naik lift menuju lantai 12. Aku bertemu dengan salah seorang resepsionis bernama Tasha yang sedang berkemas akan pulang. [karena dia memang masuk siang dan pulang malam] "Masuk malam ya?" tanya Tasha padaku. "Iya nich lagi gak enak badan, tapi gue paksaain masuk," jawabku terus terang. "Kalo gitu mending gak usah masuk aja dech, sayangkan badan kamu daripada tambah parah." nasehat Tasha padaku sembari bergegas menuju lift akan pulang. "Gue duluan ya, daaaaaa!" pamitnya. "Yuuuuuuuuk." sahutku sembari masuk kedalam ruangan kerja. Waktu berjalan kian larut malam. Tepat pukul 02.30 dini hari, aku pamitan tidur dulu sama temenku dan minta dibangunin pukul 03.30. Aku memilih tidur di ruang meeting. Disamping luas tempatnya juga bisa tidur dengan alas beberapa kursi busa yang dijejer. Baru saja mataku hendak terpejam, mendadak aku dikejutkan dengan pintu ruang meeting yang dibuka, lebih terkejut lagi yang membuka ternyata si Tasha. Resepsionis cantik yang tadi sudah pamitan pulang. "Aku gak jadi pulang soalnya udah kemaleman dan lagian pintu gerbang kostku udah dikunci. Males buat ketok-ketok, mendingan aku balik lagi. Dan nginep disini, pagi-pagi aku baru mau pulang, kan besok dapet off," paparnya panjang lebar. Belum sempat aku membalas dia sudah nyerocos lagi. "Bolehkan aku tidur di ruang ini, temenin ya sekalian, gue takut kalo sendirian," pintanya polos. Karena kondisiku yang lagi gak enak badan dan ngantuk berat aku iyakan saja. Dia mulai nyusun kursi di seberang meja dengan posisi berhadap-hadapan dengan aku kalau dilihat dari bawah meja. Tak berapa lama aku lirik dia sudah mulai memejamkan mata. Sesaat kemudian aku juga merem.

Entah perasaan apa yang membuat aku tak berapa lama membuka mataku dan melihat dia lagi, tapi....masyaallah....bukannya si Tasha yang aku lihat tetapi...aku...aku...melihat......lelaki tinggi besar hitam dengan rambut berjuntai-juntai dan bau agak amis sudah menggantikan tempat dimana Tasha tidur. Lelaki hitam itu tidur dengan posisi membelakangiku tetapi matanya dibelakang dengan melotot memandangku penuh nafsu.

Sontak saja aku loncat dari tempatku tidur dan lari ke ruangan kerja dimana temen-temenku juga sebagian sudah pada KO alias ngiler di depan komputer. Aku cuma ketemu dengan si Pascal, tapi aku gak bisa omong. Pingin ngomong tapi gak bisa dan sakitku terasa hilang. "Kenapa Ko, katanya mau tidur kok balik lagi." selidiknya. Aku cuma bisa nunjuk-nunjuk ke arah ruangan meeting... Mungkin dikiraiinya bercanda si PAscal juga cuek aja dengan ketakutannku dan terus asyik mengedit berita. Begitu waktu menunjukkan pukul 4.30 pagi aku kembali beranikan diri melihat ruang meeting. Ternyata kosong...

Pulang kerja jam 7 pagi aku sempetin ngobrol dengan Satpam. Dan kata Satpam memang sering kejadian seperti itu disini, mulanya sih dia wujudnya seperti perempuan cantik yang ada dibayangan orang yang akan jadi korbannya, tapi kemudian berubah bentuk jadi Genderuwo. "Pernah lho waktu itu ada orang yang sempet diajak kencan dengan dia begitu sudah bergumul dengan nafsu tiba-tiba wanita yang dikencaninya berubah jadi Genderuwo dan kontan saja orang itu ketakutan luar biasa sampai pingsan ditempat.

Tapi kata orang-orang, siapa saja yang pernah ketemu Genderuwo Arkadia pasti rejekinya banyak dan hidupnya mudah." jelas Satpam itu panjang lebar. Oooohhh!

Eko,



Sumber

Tiada ulasan:

Catat Ulasan